Gambar 1.1 Contoh Pemberkasan yang Saya Lakukan.
LOGBOOK HARIAN PKL
1. Tanggal Kegiatan: 4 Mei 2026
2. Hari: Senin
3. Unit Kerja/Bagian: Balai Diklat Industri Surabaya
4. Jam Kegiatan: 08.00 – 16.30 WIB
5. Uraian Kegiatan:
Memasuki hari kelima PKL, saya memulai kegiatan hari ini dengan berfokus pada pemberkasan arsip inaktif tahun 2025 yang disimpan di record center. Sejak pagi, saya langsung diarahkan untuk membantu menyusun dan merapikan arsip-arsip yang sebelumnya sudah dipilah pada kegiatan hari-hari sebelumnya, khususnya saat agenda Rabu Berseri kemarin.
Proses pemberkasan diawali dengan mengelompokkan arsip berdasarkan kode klasifikasi yang dibuat oleh Kementerian Perindustrian. Setelah itu, item arsip dimasukkan ke dalam map gantung dengan sekat guide primer, sekunder dan tersier (BMN menunjukkan primer, BMN.02 menunjukkan sekunder, BMN.02.02 menunjukkan tersier). Setiap berkas kemudian diberi penanda atau label agar mudah diidentifikasi, seperti kode klasifikasi, nama berkas, dan tahun arsip.
Menjelang akhir kegiatan, beberapa berkas arsip inaktif berhasil disusun dan ditempatkan dengan rapi di record center. Saya merasa lebih percaya diri karena sudah mulai bisa mengikuti alur kerja tanpa harus selalu diarahkan secara detail.
6. Hasil yang Dicapai:
Memahami proses pemberkasan arsip inaktif di BDI secara praktek.
Berhasil membantu pengelompokan dan penyusunan arsip sesuai subjek.
Mengetahui sistem penempatan arsip di record center BDI.
7. Kendala yang Dihadapi:
Masih perlu penyesuaian dalam memahami kode klasifikasi dan urutan penyimpanan arsip agar tidak salah penempatan.
8. Solusi yang Dilakukan:
Mengikuti contoh berkas yang sudah tersusun sebelumnya, bertanya kepada arsiparis saat ragu, serta mencocokkan label arsip dengan daftar yang tersedia.
9. Refleksi Pembelajaran:
Pemberkasan yang rapi tidak hanya memudahkan penyimpanan, tetapi juga mempercepat proses pencarian saat arsip tersebut dibutuhkan kembali.
Comments
Post a Comment